Tampilan menawan mobil sport Lamborghini Aventador J yang diperkenalkan pada ajang Geneva Motor Show kemarin, kini mampu menyihir setiap pecinta mobil sport didunia. Dan memberikan penghargaan yang besar untuk pabrikkan Italia ini.
Tidak tanggung-tanggung varian terbaru Lamborghini Aventador J dengan hanya memiliki dua penumpang tanpa jendela ini, mampu menyihir pecintanya di dunia. Seperti dilansir worldcarfans, Minggu(18/3/2012).
Hanya dalam 1 minggu setelah peluncuran, Lebih dari 21,5 juta manusia ingin mencari tahu lebih dalam mengenai sosok Lamborghini Aventador J melalui dunia maya.
Tidak berhenti sampai disitu. Lamborghini Aventador J juga menjadi tontonan terfavorit di youtube dengan kategori "Auto and Vehicles", dengan mencapai 280.000 pengunjung yang ingin menontonnya.
Bahkan situs resmi www.lamborghini.com kini mencapai rekor dengan banyaknya pengunjung yang meng-kliknya. Dan lebih dari 6.800 memberikan pendapatnya melalui jejaring sosial Tweeter dan sebanyak 40 juta manusia berkunjung kedalamnya.
"Kami sangat senang dengan respon terhadap kendaraan ini dan berharap untuk mendorong batas-batas desain dan teknologi untuk produk masa depan dan generasi mendatang," ujar President & CEO of Automobili Lamborghini Stephan Winkelmann.
27 Maret 2020
Lamborghini Aventador J Menyihir Dunia
30 Januari 2016
Kantor Pemkot Kuburan Massal Mobil Dinas
TAMAN dan parkir bawah tanah (basement) kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kini menjadi ‘kuburan’ massal bagi puluhan mobil dinas pemerintah setempat. Meski rata-rata baru berusia di bawah lima tahun, mobil-mobil berpelat merah itu dibiarkan teronggok tanpa ada yang merawat.
“Sebenarnya, mobil-mobil itu masih bisa dipakai. Namun, karena sudah tidak lagi jadi kendaraan operasional utama, para pegawai memarkirkannya di situ hingga kondisinya jadi rusak,” ujar seorang anggota Satpol PP yang tengah bertugas, kemarin.
Ia menuturkan semua kendaraan itu sudah terparkir selama berbulan-bulan tanpa ada yang merawat. Tidak ada seorang pun dari Pemkot Bekasi yang memanaskan mesin mobil itu.
“Sebenarnya, mobil-mobil itu masih bisa dipakai. Namun, karena sudah tidak lagi jadi kendaraan operasional utama, para pegawai memarkirkannya di situ hingga kondisinya jadi rusak,” ujar seorang anggota Satpol PP yang tengah bertugas, kemarin.
Ia menuturkan semua kendaraan itu sudah terparkir selama berbulan-bulan tanpa ada yang merawat. Tidak ada seorang pun dari Pemkot Bekasi yang memanaskan mesin mobil itu.
27 Februari 2015
Minta Penjelasan Dinas Kebersihan Kota Bekasi
MELALUI rubrik ini saya mau bertanya kepada Dinas Ke bersihan Kota Bekasi, terkait pengangkutan sampah di perumahan saya, Perumahan Pondok Surya Mandala, Jaka Mulya, Bekasi Selatan.
Pertanyaan saya adalah apakah benar yang diangkut petugas kebersihan hanya sampah rumah tangga (sampah dapur), tidak termasuk daun-daunan dari pohon yang ditanam di rumah?
Kalau itu benar, berarti petugas kebersihan tersebut menentang program pemerintah `Menanam Sejuta Pohon'. Kalau pemerintah menganjurkan setiap orang atau rumah tangga menanam pohon (karena pohon adalah paru-paru dunia), mengapa pula daun-daunan yang sudah layu dan rontok tidak termasuk diangkut petugas kebersihan?
Pertanyaan saya adalah apakah benar yang diangkut petugas kebersihan hanya sampah rumah tangga (sampah dapur), tidak termasuk daun-daunan dari pohon yang ditanam di rumah?
Kalau itu benar, berarti petugas kebersihan tersebut menentang program pemerintah `Menanam Sejuta Pohon'. Kalau pemerintah menganjurkan setiap orang atau rumah tangga menanam pohon (karena pohon adalah paru-paru dunia), mengapa pula daun-daunan yang sudah layu dan rontok tidak termasuk diangkut petugas kebersihan?
11 Januari 2015
CIREBON, JAWA BARAT Blokade Grandong Rugikan Pengusaha
Mereka bisa meminta jatah 15-25 ton untuk setiap tongkang. SETELAH diblokir selama 7 hari, pintu masuk menuju Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, mulai dibuka, kemarin. Truk pengangkut batu bara, aspal cair, dan minyak sawit pun sudah bisa melayani bongkar muat barang dari kapal.
Pintu masuk pelabuhan itu diblokade warga yang sebelumnya bekerja sebagai pengumpul sisa batu bara. Mereka tidak diizinkan masuk ke areal pelabuhan setelah PT Pelindo II menerapkan sterilisasi sejak 3 Desember.
Pintu masuk pelabuhan itu diblokade warga yang sebelumnya bekerja sebagai pengumpul sisa batu bara. Mereka tidak diizinkan masuk ke areal pelabuhan setelah PT Pelindo II menerapkan sterilisasi sejak 3 Desember.
02 Januari 2015
Dari Bekasi ke Penjuru Negeri
Kolaborasi berbagai sektor, kreativitas produsen makanan, internet yang melaju cepat, dan jasa pengiriman yang sigap membuat bisnis makanan penanda kota kian moncer. "Kini, jagoan kami adalah akar kelapa, yang setiap hari diproduksi 10 kg, kembang goyang 5 kg, biji ketapang 10 kg, telur gabus keju 5 kg, dodol Betawi serta bir pletok.
Ada juga paket oleh-oleh dengan kardus cantik. Total omzet kami, Rp15 hingga Rp30 juta per bulan, di luar Ramadhan" Deni Ardini Pengusaha Warung Mpok Nini
DARI Bekasi, Jawa Barat, kue akar kelapa, kembang goyang, dan dodol betawi itu menyebar ke penjuru Nusantara. Penganan kebanggaan warga Betawi itu bisa dinikmati hingga ke kota-kota di Pulau Sumatra, Jawa Timur, serta berbagai daerah di Indonesia lainnya.
Warung Mpok Nini yang dirintis satu dekade sebelumnya dengan menjajakan nasi uduk dan aneka kue Betawi itu, pada 2011, memasuki medan perdagangan lintas wilayah melalui medium internet, berkolaborasi dengan perusahaan jasa antar barang.
Kini, bahkan penjualan melalui http://www.oleholehjakarta.com, http://www.oleholehbekasi.com, http://www.mpoknini.co.id itu serta kemitraan dengan pesonanusantara.co.id, mencapai 80 persen dari total omzet, sedangkan sisanya datang dari transaksi di rumah produksi Warung Mpok Nini di Jalan Belanak 2 Ujung, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi.
Ada juga paket oleh-oleh dengan kardus cantik. Total omzet kami, Rp15 hingga Rp30 juta per bulan, di luar Ramadhan" Deni Ardini Pengusaha Warung Mpok Nini
DARI Bekasi, Jawa Barat, kue akar kelapa, kembang goyang, dan dodol betawi itu menyebar ke penjuru Nusantara. Penganan kebanggaan warga Betawi itu bisa dinikmati hingga ke kota-kota di Pulau Sumatra, Jawa Timur, serta berbagai daerah di Indonesia lainnya.
Warung Mpok Nini yang dirintis satu dekade sebelumnya dengan menjajakan nasi uduk dan aneka kue Betawi itu, pada 2011, memasuki medan perdagangan lintas wilayah melalui medium internet, berkolaborasi dengan perusahaan jasa antar barang.
Kini, bahkan penjualan melalui http://www.oleholehjakarta.com, http://www.oleholehbekasi.com, http://www.mpoknini.co.id itu serta kemitraan dengan pesonanusantara.co.id, mencapai 80 persen dari total omzet, sedangkan sisanya datang dari transaksi di rumah produksi Warung Mpok Nini di Jalan Belanak 2 Ujung, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi.
29 Desember 2014
KOTA BEKASI 260 Reklame Bodong akan Ditebang
DINAS Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan Jalan Umum (DPPPJU) Kota Bekasi masih belum mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) 2014. Kendala utamanya ada di sektor reklame. Kepala DPPPJU Kota Bekasi Karta menyampaikan dari target sekitar Rp40 miliar pendapatan di sektor reklame, saat ini pihaknya baru mendapatkan sekitar Rp23 miliar. DPPPJU belakangan ini gencar melakukan pendataan dan penertiban dengan menebang reklame bodong.
25 Desember 2014
Dana Penanggulangan di Bekasi Naik
DINAS Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi, Jawa Barat, mengalokasikan 45 persen anggaran 2015 untuk menanggulangi banjir. Persentase maupun nilai anggaran itu jauh meningkat jika dibandingkan dengan anggaran tahun ini.
Pada anggaran 2014, Disbimarta hanya memperoleh Rp500 miliar dengan 20 persen dialokasikan bagi penanggulangan banjir. Menurut Kepala Disbimarta Kota Bekasi Tri Adhianto, tingginya alokasi pada anggaran 2015 antara lain karena upaya penanggulangan banjir tahun ini belum maksimal. Sehingga masih banyak yang harus dilakukan untuk mengurangi titik banjir pada tahun depan.
Pada anggaran 2014, Disbimarta hanya memperoleh Rp500 miliar dengan 20 persen dialokasikan bagi penanggulangan banjir. Menurut Kepala Disbimarta Kota Bekasi Tri Adhianto, tingginya alokasi pada anggaran 2015 antara lain karena upaya penanggulangan banjir tahun ini belum maksimal. Sehingga masih banyak yang harus dilakukan untuk mengurangi titik banjir pada tahun depan.
20 Desember 2014
KOTA BEKASI Bangunan Liar Dibiarkan Berdiri Puluhan Tahun
PEMERINTAH Kota Bekasi seakan tidak berdaya menertibkan sejumlah bangunan tak berizin. Pasalnya, setelah puluhan tahun berdiri, baru saat ini gencar ditertibkan. Sebulan terakhir Pemkot Bekasi menertibkan beberapa titik bangunan liar, seperti di sepanjang sisi selatan Kali Malang, Jl Inspeksi Saluran Kali Malang, Jaka Sampurna, Bekasi Barat.
Lalu di sepanjang sisi utara Kali Malang di Jl KH Noer Ali, Bekasi Barat, dan di sepanjang Jl Ahmad Yani, Bekasi Barat. Sedikitnya 250 bangunan diruntuhkan yang merupakan permukiman ilegal, toko, warung, dan pedagang kaki lima.Bahkan, rumah sakit pun ikut dibongkar.
Lalu di sepanjang sisi utara Kali Malang di Jl KH Noer Ali, Bekasi Barat, dan di sepanjang Jl Ahmad Yani, Bekasi Barat. Sedikitnya 250 bangunan diruntuhkan yang merupakan permukiman ilegal, toko, warung, dan pedagang kaki lima.Bahkan, rumah sakit pun ikut dibongkar.
17 Desember 2014
Bekasi Intensifkan Pengawasan
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, mengintensifkan pengawasan terhadap ribuan reklame di wilayah itu guna mengantisipasi kejadian roboh selama musim hujan.
“Saat ini tercatat ada sekitar 7.182 reklame milik swasta dan 43 reklame milik pemerintah daerah. Semuanya kita awasi dan kita rawat kalau ada yang rawan,“ kata Sekretaris Dinas Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan Jalan Umum Kota Bekasi, Hudi Wijayanto, di Bekasi, pekan lalu.
“Saat ini tercatat ada sekitar 7.182 reklame milik swasta dan 43 reklame milik pemerintah daerah. Semuanya kita awasi dan kita rawat kalau ada yang rawan,“ kata Sekretaris Dinas Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan Jalan Umum Kota Bekasi, Hudi Wijayanto, di Bekasi, pekan lalu.
24 November 2014
Hujan Tiba, Longsor Mengintai
BPBD Sukabumi, Jawa Barat, merencanakan menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor pada 9 Desember nanti.
LONGSOR kian sering terjadi di berba gai wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kemarin, tebing longsor terjadi di Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, menutup dua titik ruas jalan.
Hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Senin (17/11), menyebabkan longsor.Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
“Lokasi longsor berada di Kampung Pangapuan RW 10 dan di Kampung Babakantalang RW 8,“ kata Kepala Desa Warnajati Hilmi saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.
LONGSOR kian sering terjadi di berba gai wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kemarin, tebing longsor terjadi di Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, menutup dua titik ruas jalan.
Hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Senin (17/11), menyebabkan longsor.Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
“Lokasi longsor berada di Kampung Pangapuan RW 10 dan di Kampung Babakantalang RW 8,“ kata Kepala Desa Warnajati Hilmi saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.
21 November 2014
KOTA BEKASI Pasokan Air Baku Jakarta Terancam
JEBOLNYA tanggul di Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, mengakibatkan debit air Kali Malang menurun. Untuk mengamankan debit air Kali Malang, saat ini pintu air Kali Bekasi ditutup sehingga airnya pun mengalir ke Kali Malang.
Dijelaskan oleh juru bicara Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi, Endang Kurnaen, pasokan air baku untuk Jakarta masih aman karena dibantu oleh aliran Kali Bekasi. Jika perbaikan tanggul tak kunjung selesai, debit air Kali Bekasi pun terus menurun dan mengganggu pasokan air baku.
Dijelaskan oleh juru bicara Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi, Endang Kurnaen, pasokan air baku untuk Jakarta masih aman karena dibantu oleh aliran Kali Bekasi. Jika perbaikan tanggul tak kunjung selesai, debit air Kali Bekasi pun terus menurun dan mengganggu pasokan air baku.
17 November 2014
KOTA BEKASI Upah Miminum Kota Bekasi Naik 21 persen
DEWAN Pengupahan Kota Bekasi menetapkan upah minimum kota (UMK) Bekasi 2015 menjadi Rp2.954.031 naik Rp512.077 dari besaran UMK awal sekitar Rp2.441.954.
Kepala Bidang Penempatan Kepegawaian dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bekasi Sajekti Rubiah mengatakan penentuan UMK Kota Bekasi sudah sesuai hitungan standar kebutuhan hidup layak (KHL) 2014. Pihaknya langsung terjun ke lapangan untuk menentukan besaran KHL Kota Bekasi.
DEWAN Pengupahan Kota Bekasi menetapkan upah minimum kota (UMK) Bekasi 2015 menjadi Rp2.954.031 naik Rp512.077 dari besaran UMK awal sekitar Rp2.441.954.
Kepala Bidang Penempatan Kepegawaian dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bekasi Sajekti Rubiah mengatakan penentuan UMK Kota Bekasi sudah sesuai hitungan standar kebutuhan hidup layak (KHL) 2014. Pihaknya langsung terjun ke lapangan untuk menentukan besaran KHL Kota Bekasi.
14 November 2014
Polisi Ingatkan Proyek Drainase Perhatikan K3
Galian lubang dimaksudkan membuat sodetan ke Sungai Cikeas, Bogor. Proyek pengerjaan saluran air di sepanjang jalan alternatif Cibubur Km 4, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, mendapat sorotan tajam. Pasalnya, sudah empat pemakai jalan mendapat celaka di sana karena kurangnya ramburambu dan peringatan.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebutkan proyek dikerjakan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum merupakan pembangunan saluran air di Jalan Alternatif Cibubur sampai Jalan Letda Nasir, Kota Bekasi. PT Rosa Lisca ialah pelaksana proyek dengan supervisi PT Widya Graha Hosana. Galian lubang dimaksudkan membuat sodetan ke Sungai Cikeas, Bogor.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebutkan proyek dikerjakan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum merupakan pembangunan saluran air di Jalan Alternatif Cibubur sampai Jalan Letda Nasir, Kota Bekasi. PT Rosa Lisca ialah pelaksana proyek dengan supervisi PT Widya Graha Hosana. Galian lubang dimaksudkan membuat sodetan ke Sungai Cikeas, Bogor.
13 November 2014
Jelang Musim Hujan, Pohon Dipangkas
DINAS Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan Jalan Umum (DPPPJU) Kota Bekasi telah memangkas sekitar 500 pohon perindang yang rawan tumbang pada saat musim hujan.
“Sebagian pohon telah dipangkas, termasuk pohon yang menutupi lampu penerang jalan umum dan rambu lalu lintas di jalan protokol,“ kata Kepala DPPPJU Kota Bekasi, Makbulloh, pekan lalu. Pohon yang dipangkas antara lain yang tumbuh di pinggir Jalan Ir H Juanda, KH Noer Ali, Cut Meutia, Pekayon, dan Jalan Raya Sudirman.
Menurutnya, jumlah total pohon perindang yang tumbuh di jalan-jalan protokol di kota itu tercatat sebanyak 40 ribu. Selain mengecek kondisi pohon perindang dan memangkasnya, DPP PJU kini juga tengah memeriksa kondisi setiap baliho.
“Sebagian pohon telah dipangkas, termasuk pohon yang menutupi lampu penerang jalan umum dan rambu lalu lintas di jalan protokol,“ kata Kepala DPPPJU Kota Bekasi, Makbulloh, pekan lalu. Pohon yang dipangkas antara lain yang tumbuh di pinggir Jalan Ir H Juanda, KH Noer Ali, Cut Meutia, Pekayon, dan Jalan Raya Sudirman.
Menurutnya, jumlah total pohon perindang yang tumbuh di jalan-jalan protokol di kota itu tercatat sebanyak 40 ribu. Selain mengecek kondisi pohon perindang dan memangkasnya, DPP PJU kini juga tengah memeriksa kondisi setiap baliho.
08 November 2014
Pemkot Diminta Benahi Angkot Liar
ANGGOTA Komisi B DPRD Kota Bekasi Arwis Sembiring mendesak pemerintah kota setempat segera mengambil tindakan atas beroperasinya angkutan umum ilegal. Jumlah angkutan umum tidak berizin di Kota Bekasi lebih banyak daripada angkutan resmi.
Ia mengatakan beroperasinya angkutan tanpa izin merugikan Pemkot Bekasi maupun pemilik angkutan umum resmi. “Dampaknya akan merugikan Pemkot Bekasi, dari segi pendapatan asli daerah,“ katanya, kemarin.
Ia mengatakan beroperasinya angkutan tanpa izin merugikan Pemkot Bekasi maupun pemilik angkutan umum resmi. “Dampaknya akan merugikan Pemkot Bekasi, dari segi pendapatan asli daerah,“ katanya, kemarin.
31 Oktober 2014
Bekasi: Kendaraan tidak Pernah Diremajakan
Sejumlah pengemudi angkutan umum yang tergabung dalam Koperasi Angkutan Bekasi atau Koasi mengaku kendaraan yang mereka kemudikan tidak pernah diremajakan. Oleh karena itu, kondisinya sangat memprihatinkan. “Angkutan yang saya bawa ini sudah 20 tahun lebih belum pernah diremajakan,“ kata Wono, sopir Koasi K-15 jurusan Terminal (Kota Bekasi)-Pondok Ungu Permai, Bekasi Utara.
Menurutnya, kondisi kendaraan yang dikemudikannya itu merupakan salah satu penyebab terus merosotnya minat warga untuk menumpang angkutan umum tersebut beberapa tahun terakhir. Karena itu pula, jumlah setoran yang harus diberikan kepada pemilik angkutan ikut menurun.
Hal tersebut, ujar Wono, membuat penghasilan pemilik angkutan di Kota Bekasi anjlok. “Itulah mengapa saat ini para pengusaha angkutan angkat tangan soal peremajaan armada,“ jelasnya.
Menurutnya, kondisi kendaraan yang dikemudikannya itu merupakan salah satu penyebab terus merosotnya minat warga untuk menumpang angkutan umum tersebut beberapa tahun terakhir. Karena itu pula, jumlah setoran yang harus diberikan kepada pemilik angkutan ikut menurun.
Hal tersebut, ujar Wono, membuat penghasilan pemilik angkutan di Kota Bekasi anjlok. “Itulah mengapa saat ini para pengusaha angkutan angkat tangan soal peremajaan armada,“ jelasnya.
30 Oktober 2014
Bekasi Ajukan Dana Rp250 Miliar ke DKI
WALI Kota Bekasi Rahmat Effendi mendatangi Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI, kemarin. Ia mengajukan proposal sebesar Rp250 miliar sebagai dukungan terhadap Ibu Kota.
Dana tersebut akan digunakan Rahmat Effendi untuk perbaikan jalan di perbatasan, pengelolaan tata ruang, dan pembangunan sodetan kali ke Kanal Banjir Timur. Selain itu, ia meminta hibah truk sampah bekas dari Pemprov DKI untuk Pemkot Bekasi. Kedatangan Rahmat ke Balai Kota DKI menindaklanjuti undangan Ahok sebelumnya pada 17 September 2014 dengan beberapa kepala daerah Bodetabek.
Dana tersebut akan digunakan Rahmat Effendi untuk perbaikan jalan di perbatasan, pengelolaan tata ruang, dan pembangunan sodetan kali ke Kanal Banjir Timur. Selain itu, ia meminta hibah truk sampah bekas dari Pemprov DKI untuk Pemkot Bekasi. Kedatangan Rahmat ke Balai Kota DKI menindaklanjuti undangan Ahok sebelumnya pada 17 September 2014 dengan beberapa kepala daerah Bodetabek.
26 Oktober 2014
KOTA BEKASI Pabrik Minyak Goreng Ludes Terbakar
KEBAKARAN hebat menghanguskan be lasan gudang pabrik kebutuhan rumah tangga PT Bina Karya Prima di Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, kemarin.
Kebakaran yang diduga akibat percikan api las pada pembangunan gudang baru di sekitar pabrik sulit dipadamkan karena isi gudang mudah terbakar. PT Bina Karya Prima antara lain memproduksi minyak goreng Tropical, margarin Forvita, sabun Shinzhui, dan kosmetik.
Bahkan, kepulan asap hitam akibat kebakaran yang membumbung tinggi terlihat dari Kecamatan Bekasi Timur yang berjarak sekitar 15 kilometer dari lokasi.
Kebakaran yang diduga akibat percikan api las pada pembangunan gudang baru di sekitar pabrik sulit dipadamkan karena isi gudang mudah terbakar. PT Bina Karya Prima antara lain memproduksi minyak goreng Tropical, margarin Forvita, sabun Shinzhui, dan kosmetik.
Bahkan, kepulan asap hitam akibat kebakaran yang membumbung tinggi terlihat dari Kecamatan Bekasi Timur yang berjarak sekitar 15 kilometer dari lokasi.
13 Oktober 2014
Jembatan Ampera Hiasi Mal di Bekasi
JEMBATAN yang bagian tengahnya bisa dinaik turunkan saat kapal akan melintas, layaknya jembatan di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, `berpindah' tempat ke Bekasi, Jawa Barat. Namun, di bawahnya bukan aliran sungai, melainkan deretan rumah tradisional khas Bumi Kerajaan Sriwijaya yang tengah dipadati ratusan pengunjung.
Jembatan sepanjang 41 meter dan tinggi 10 meter yang ada di halaman parkir barat The Downtown Walk Summarecon Mall Bekasi itu memang hanya jembatan tiruan. Kehadiran replika Jembatan Ampera yang terbuat dari kayu dan tripleks tersebut melengkapi dekorasi arena Festival Kuliner Bekasi (FKB) yang digelar PT Summarecon Agung Tbk.
Jembatan sepanjang 41 meter dan tinggi 10 meter yang ada di halaman parkir barat The Downtown Walk Summarecon Mall Bekasi itu memang hanya jembatan tiruan. Kehadiran replika Jembatan Ampera yang terbuat dari kayu dan tripleks tersebut melengkapi dekorasi arena Festival Kuliner Bekasi (FKB) yang digelar PT Summarecon Agung Tbk.
10 Oktober 2014
Tarif Commuter Line Naik, Warga Resah
Wacana penaikan tarif angkutan massal commuter line meresahkan warga Bekasi. Padahal, setiap hari setidaknya ada 28 ribu penumpang yang memanfaatkan angkutan favorit itu. WARGA Bekasi yang merupakan peng guna setia KA commuter Jabodetabek atau sering disebut dengan KRL commuter line resah dengan wacana penaikan tarif yang akan diberlakukan PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek (KCJ). Sebelumnya PT KJC pada 15 Oktober berencana menaikkan tarif dari semula Rp3.000 menjadi Rp5.000 untuk lima stasiun pertama. Selebihnya, tarif akan mengalami pertambahan Rp1.000 dari semula Rp500 per stasiun. Penaikan tarif itu dilakukan untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kepada penumpang.
Langganan:
Postingan (Atom)