11 Januari 2015

CIREBON, JAWA BARAT Blokade Grandong Rugikan Pengusaha

Mereka bisa meminta jatah 15-25 ton untuk setiap tongkang. SETELAH diblokir selama 7 hari, pintu masuk menuju Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, mulai dibuka, kemarin. Truk pengangkut batu bara, aspal cair, dan minyak sawit pun sudah bisa melayani bongkar muat barang dari kapal.

Pintu masuk pelabuhan itu diblokade warga yang sebelumnya bekerja sebagai pengumpul sisa batu bara. Mereka tidak diizinkan masuk ke areal pelabuhan setelah PT Pelindo II menerapkan sterilisasi sejak 3 Desember.

Menurut Manajer Operasional PT Pelindo II Pelabuhan Cirebon, Yossianus Marciano, aksi blokir selama 7 hari itu membuat para pengusaha menderita kerugian hingga miliaran rupiah. “Seorang pengusaha minyak sawit, misalnya biasa menyalurkan 1.000 ton per hari. Dia merugi puluhan miliar karena harga minyak sawit mencapai Rp9 juta per ton.“

Di pelabuhan itu ada 3 peng usaha sawit, 9 pengusaha aspal curah, dan 5 perusahaan batu bara yang berkegiatan bongkar muat. “Sekitar 80 persen kebutuhan batu bara untuk pabrik-pabrik di Bandung berasal dari Pelabuhan Cirebon,” lanjut Yossianus.

Ia mengakui praktik premanisme juga dilakukan para pengorek batu bara alias grandong itu. Mereka bisa meminta jatah 15-25 ton untuk setiap tongkang yang bongkar muat di pelabuhan.

“Jika tidak diberi jatah, mereka bisa menjarah lebih banyak lagi.” (UL/N-3) Media Indonesia, 17/12/2014, halaman 14

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar