30 Oktober 2014

Bekasi Ajukan Dana Rp250 Miliar ke DKI

WALI Kota Bekasi Rahmat Effendi mendatangi Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI, kemarin. Ia mengajukan proposal sebesar Rp250 miliar sebagai dukungan terhadap Ibu Kota.

Dana tersebut akan digunakan Rahmat Effendi untuk perbaikan jalan di perbatasan, pengelolaan tata ruang, dan pembangunan sodetan kali ke Kanal Banjir Timur. Selain itu, ia meminta hibah truk sampah bekas dari Pemprov DKI untuk Pemkot Bekasi. Kedatangan Rahmat ke Balai Kota DKI menindaklanjuti undangan Ahok sebelumnya pada 17 September 2014 dengan beberapa kepala daerah Bodetabek.

Saat itu Ahok menawarkan bantuan dana agar pembangunan dengan kota pe nyangga di Bodetabek bisa bersinergi. Saat menjawab wartawan tentang penggunaan uang, Rahmat menjabarkan itu antara lain akan digunakan buat melebarkan dan membangun jalan alternatif menuju Bantargebang. Dengan demikian, truk sampah DKI bisa lebih cepat menuju Tempat Pembuangan Akhir Bantargebang. Ahok mendukung ide tersebut, sebab selama ini kepadatan lalu lintas sering membuat truk sampah DKI tertahan di jalan selama 24 jam.

“Itu kan makan biaya, baik uang untuk sopir maupun bahan bakar. Kita mau bikin jalan dan melebarkan jalan biar bisa lebih cepat,“ paparnya. Mengenai hibah truk sampah, Ahok membebaskan Bekasi mengambil truk bekas milik Pemprov DKI dan merekondisinya. Menurut pengakuan Wali Kota Bekasi, saat ini pihaknya baru bisa mengangkut 40% sampah dari 1.700 ton/hari karena kekurangan armada.“Untuk 70% sampah butuh 150-200 truk. Kami hanya punya 130 truk,“ terang Rahmat Effendi.

Ahok tidak keberatan dengan besarnya dana yang diajukan Pemkot Bekasi.Baginya, yang penting ialah dana tersebut memberikan manfaat besar bagi DKI. “Kita lihat bagaimana (reaksi) DPRD DKI,“ cetusnya. Dalam menanggapi Ahok, anggota DPRD DKI dari Fraksi PKS Selamat Nurdin menyatakan pemberian bantuan harus didasarkan pada kebutuhan jangka menengah dan jangkah panjang.

“Tidak bisa hanya setahun dua tahun. Ini menyangkut grand strategy serta grand design Jakarta dalam menanggulangi banjir dan macet. Kita tidak boleh mengeluarkan dana hanya untuk proyek yang terlihat sekilas saja,“ tandas Selamat.

Secara terpisah, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia DKI Dody R Amar mengakui pembangunan fisik di Ibu Kota sangat pesat.Namun, laju pembangunan belum dibarengi pembentukan masyarakat yang berbudaya. Menurutnya, pembangunan nonfisik dengan membentuk kultur budaya pemuda Jakarta di tengah perkembangan pertumbuhan ekonomi juga tidak kalah penting.

“Pak Ahok sukses membuat jembatan penyeberangan, tapi kondisinya masih banyak masyarakat menyeberang tanpa lewat jembatan.Kan ini sangat disayangkan,“ ucapnya. (Put/Gan/DA/T-1) Media Indonesia, 29/10/2014, Halaman : 8

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar