13 Oktober 2014

Jembatan Ampera Hiasi Mal di Bekasi

JEMBATAN yang bagian tengahnya bisa dinaik turunkan saat kapal akan melintas, layaknya jembatan di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, `berpindah' tempat ke Bekasi, Jawa Barat. Namun, di bawahnya bukan aliran sungai, melainkan deretan rumah tradisional khas Bumi Kerajaan Sriwijaya yang tengah dipadati ratusan pengunjung.

Jembatan sepanjang 41 meter dan tinggi 10 meter yang ada di halaman parkir barat The Downtown Walk Summarecon Mall Bekasi itu memang hanya jembatan tiruan. Kehadiran replika Jembatan Ampera yang terbuat dari kayu dan tripleks tersebut melengkapi dekorasi arena Festival Kuliner Bekasi (FKB) yang digelar PT Summarecon Agung Tbk.

Di tengah keramaian pengunjung, seorang gadis dengan langkah cepat menuju salah satu rumah tradisional Palembang atau rumah limas yang juga menyediakan makanan tradisional. “Kami mau menikmati makanan khas Palembang,“ kata Adeliani, salah seorang pengunjung festival, saat melintas di bawah Jembatan itu, Sabtu (4/10). Di rumah limas. gadis asal Palembang berusia 26 itu langsung menyantap lahap bola-bola putih yang mengapung dalam kuah santan berbumbu kuning.“Celimpungan ini enak sekali,“ bisik gadis itu kepada Media Indonesia, menyebutkan nama makanan yang disantapnya.

Adeliani mengatakan celimpungan terbuat dari bahan dasar adonan sagu dan ikan, sehingga terlihat tidak berbeda dengan pempek pada umumnya, yang merupakan makanan khas tanah Kerajaan Sriwijaya itu. Bedanya, kuah yang menyertai celimpungan berupa santan dengan sari ikan tengiri, dan bukan dengan kuah cuko seperti pempek.

“Seperti pulang kampung saja nih,“ kata warga Bekasi itu di tengah alunan lagu Melayu Dek Sangke, Cuk Mak Ilang, Kabile-Bile, hingga lagu yang biasa mengiringi tarian adat Tanggai.

Selain celimpungan, ratusan rumah adat berornamen warna emas dan merah yang berada di bawah jembatan itu juga menyajikan makanan ala `Wong Kito' lainnya. Di antaranya, mi celor, tekwan, pindang patin asli dari Pondok Wong Palembang, lenggang, es kacang merah, serikaya, serta aneka pempek.

PT Summarecon Agung Tbk kali ini menggelar Festival Kuliner Bekasi dengan tema Kampung Wong Kito setelah sukses mengangkat ragam kuliner khas Jawa Barat bertema Kampung Sampireun pada 2013 di tempat yang sama. “Tema kali ini Kampung Wong Kito karena Palembang sudah dikenal sebagai salah satu kota yang kaya akan ragam kuliner,“ kata General Manager Corporate Communication PT Summarecon Agung, Tbk Cut Meutia. (Gana Buana/J-3) Media Indonesia, 11/10/2014, hal : 9

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar