25 Desember 2014

Dana Penanggulangan di Bekasi Naik

DINAS Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi, Jawa Barat, mengalokasikan 45 persen anggaran 2015 untuk menanggulangi banjir. Persentase maupun nilai anggaran itu jauh meningkat jika dibandingkan dengan anggaran tahun ini.

Pada anggaran 2014, Disbimarta hanya memperoleh Rp500 miliar dengan 20 persen dialokasikan bagi penanggulangan banjir. Menurut Kepala Disbimarta Kota Bekasi Tri Adhianto, tingginya alokasi pada anggaran 2015 antara lain karena upaya penanggulangan banjir tahun ini belum maksimal. Sehingga masih banyak yang harus dilakukan untuk mengurangi titik banjir pada tahun depan.

“Baru tahun de pan penanggulangan banjir bisa diintensifkan,“ katanya, Rabu (10/12).

Menurutnya, dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD) 2015 Kota Bekasi, Disbimarta mendapatkan biaya operasional dan implementasi rencana kerja sekitar Rp700 miliar. Sementara itu, pada 2014 sebagian besar alokasi dana diserap untuk perbaikan infrastruktur, sehingga tata air hanya kebagian 20 persen.

Dengan dana alokasi yang lebih tinggi pada 2015, ujarnya, Disbimarta akan mulai membebaskan lahan untuk pembuatan waduk (tandon/polder) dalam penanggulangan banjir. Di antaranya di daerah Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur seluas 2,5 hektare; di Rawa Bogo, Kecamatan Pondok Melati, 7.000 meter persegi, di Perumahan Dosen IKIP, Kecamatan Pondok Gede dengan lahan 1 hektare dan di Cileungsi seluas 3,6 hektare.

Selain itu, ujar Tri, normalisasi sejumlah saluran di bawah tol (crossing tol) juga akan dilanjutkan. “Tahun ini baru dua saluran yang dinormalisasi, yaitu di daerah Unisma dan Cut Meutia,“ katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Air Disbimarta Dicky Irawan mengakui penanggulangan banjir di bantaran Kali Bekasi pada tahun ini belum tergarap maksimal. Pasalnya, Pemerintah Kota Bekasi terkendala oleh keterbatasan biaya. “Tahun ini belum ada yang signifikan dalam mengatasi banjir, sebab kami masih fokus pada perbaikan jalan rusak,“ tuturnya.

Ia juga mengatakan, penanggulangan banjir yang dilakukan sepanjang tahun ini hanya berupa perbaikan kecil, seperti penambalan dan penguatan tanggul, normalisasi saluran di bawah tol, normalisasi waduk buatan, serta pengadaan beberapa pompa di titik rawan banjir. Penambalan dan penguatan tanggul, jelas Dicky, dilakukan sebagai upaya mencegahan banjir saat Kali Bekasi kembali meluap. Sebab, pihaknya belum bisa menangani banjir secara menyeluruh dari hulu ke hilir. (Gan/J-3) Media Indonesia, 12/12/2014, halaman 7

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar