21 November 2014

KOTA BEKASI Pasokan Air Baku Jakarta Terancam

JEBOLNYA tanggul di Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, mengakibatkan debit air Kali Malang menurun. Untuk mengamankan debit air Kali Malang, saat ini pintu air Kali Bekasi ditutup sehingga airnya pun mengalir ke Kali Malang.

Dijelaskan oleh juru bicara Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi, Endang Kurnaen, pasokan air baku untuk Jakarta masih aman karena dibantu oleh aliran Kali Bekasi. Jika perbaikan tanggul tak kunjung selesai, debit air Kali Bekasi pun terus menurun dan mengganggu pasokan air baku.

“Air baku untuk Jakarta masih aman. Namun dengan Kali Bekasi mengalir ke Kali Malang, debit Kali Bekasi kian berkurang.Maka perlahan pasokan air baku untuk Jakarta pun terancam,“ ungkapnya.

Kini sekitar 60 ribu kepala keluarga di Kota dan Kabupaten Bekasi mengalami krisis air bersih sebab dengan jebolnya tanggul, tidak hanya Kali Bekasi yang menyuplai ke Kali Malang. Kali Cipamingkis pun terkena imbasnya, limpasan airnya ikut mengalir ke Kali Malang.

Debit Kali Cipamingkis yang ikut menyusut berdampak pada dua instalasi pengolahan air (IPA) untuk sebagian warga Kota dan Kabupaten Bekasi. Sepanjang Kali Malang, di Bekasi ada tiga titik IPA, di antaranya IPA Tambun dengan kapasitas 100 liter per detik dan IPA Rawalumbu yang berkapasitas 200 liter per detik. “Ada pasokan dari Kali Bekasi yang masuk ke Tarum Barat karena gravitasi,“ ujar Endang, kemarin.

Menurut penjaga Bendungan Kali Malang Bekasi, Wildan, pasokan air dari Karawang melalui saluran Tarum Barat menurun drastis setelah tanggul jebol. “Sempat normal semalam, tetapi jebol lagi, perkiraan tanggul selesai Selasa (18/11),“ jelasnya. (Gan/J-4) Media Indonesia, 18/11/2014, halaman 8

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar