24 November 2014

Hujan Tiba, Longsor Mengintai

BPBD Sukabumi, Jawa Barat, merencanakan menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor pada 9 Desember nanti.
LONGSOR kian sering terjadi di berba gai wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kemarin, tebing longsor terjadi di Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, menutup dua titik ruas jalan.

Hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Senin (17/11), menyebabkan longsor.Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
“Lokasi longsor berada di Kampung Pangapuan RW 10 dan di Kampung Babakantalang RW 8,“ kata Kepala Desa Warnajati Hilmi saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Meskipun material longsor ambruk ke ruas jalan, kata Hilmi, hal itu tidak sampai menutup akses jalan ke sejumlah wilayah. Material longsoran juga sudah dibersihkan dengan melibatkan warga setempat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo, kemarin, mengatakan belum ada penetapan status siaga darurat banjir dan longsor. Apalagi surat keputusan (SK) darurat kekeringan juga belum dicabut.

“Kami belum menetapkan siaga darurat banjir dan longsor meskipun kondisi cuaca saat ini sangat ekstrem,“ kata Usman.
BPBD Sukabumi, Jawa Barat, merencanakan menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor pada 9 Desember nanti. Namun, penetapan nanti sifatnya situasional, melihat kondisi di lapangan.

Berdasarkan catatan BPBD, sejak masuk musim hujan, setidaknya terjadi tujuh kali longsor di beberapa lokasi. Di antaranya yakni di Kecamatan Cireunghas, Kecamatan Kabandungan, Kecamatan Kalapanunggal, Kecamatan Parungkuda, Kecamatan Cicurug, Kecamatan Bojonggenteng, dan Kecamatan Cidahu.Gelar simulasi Kondisi rawan longsor saat musim pen ghujan tiba juga terjadi di 9 kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Untuk meminimalkan atau bahkan meniadakan jatuh korban jiwa, Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menyiagakan semua perangkat dan meminta warga bersiaga.

Kecamatan yang masuk rawan longsor yakni, Tosari, Puspo, Pasrepan, Lumbang, Tutur (Nongkojajar), Purwodadi, Purwosari, Prigen, dan Gempol.

“Saat ini tengah berkoordinasi dengan semua anggota muspika di setiap kecamatan. Selanjutnya mengoordinasikan seluruh petugas yang ada untuk bersiap dan meminta warga bersiaga,“ kata Yudha Triwidya Sasongko, Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, kemarin.
Untuk mematangkan kesiagaan petugas dan aparat serta warga di sekitar daerah yang rawan longsor, akan digelar simulasi dan pelatihan lapangan beberapa hari lagi.“Sehingga saat bencana, korban jiwa dapat dihindari,“ tandas Yudha.

Kesiagaan menghadapi bencana juga dilakukan Pengurus Cabang (PC) Ansor Kabupaten Pasuruan dengan membentuk kesatuan banser tanggap bencana (Bagana).“Sedikitnya 500 personel sudah bersiaga,“ ujar Farid Syauqi, Ketua PC Ansor Kabupaten Pasuruan.
Pemetaan wilayah rawan longsor juga dilakukan BPBD Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. sedikitnya 8 dari 20 kecamatan di Kabupaten Temanggung, masuk peta daerah berpotensi longsor.

Delapan kecamatan rawan longsor menurut Kepala BPBD Temanggung, Agus Widodo, kemarin, adalah Pringsurat, Kaloran, Kandangan, Candiroto, Tretep, Bejen, Jumo, dan Gemawang. Karenanya, warga yang tinggal di daerah rawan itu diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki musim penghujan ini. (AB/TS/N-2) Media Indonesia, 19/11/2014, halaman 11

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar